Sumbawa Besar, sumbawakoordinat.com – Beras dan madu merupakan komoditas pangan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi pasar berkelanjutan. Khususnya madu Sumbawa, dikenal sebagai unggulan di pasar domestik karena keaslian, kadar air rendah, serta kandungan enzim dan antioksidan yang tinggi karena dihasilkan dari nektar alami hutan sehingga diminati pasar premium.
Melihat besarnya peluang tersebut, LSM Hakiki kembali menggelar Pelatihan Tahap II bertajuk “Strategi Promosi dan Inovasi Pengemasan Produk Lokal Madu dan Beras Berdaya Saing”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan menghadirkan beberapa narasumber sebagai pemateri utama, yang menekankan pentingnya kemasan menarik, branding lokal, promosi digital, serta konsistensi kualitas produk sebagai kunci meningkatkan nilai tambah beras dan madu. Narasumber juga menjelaskan berbagai tips penjualan dan kualitas layanan usaha, sampai pentingnya menjaga adab dan etika dagang seperti yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah. Ini dirasakan wajib karena enterpreneur Indonesia selalu kalah saing di pasar global.
“Produk lokal memiliki kualitas yang sangat baik. Tantangannya adalah bagaimana kita mengemas, mempromosikan, dan menceritakan produknya agar bernilai jual tinggi,” ujar Iying Gunawan dalam pemaparannya.
Melalui pelatihan ini, LSM Hakiki berharap beras dan madu lokal, khususnya dari Sumbawa, mampu naik kelas, memperkuat UMKM, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)



Komentar